Kamis, 13 November 2008

Tanda Rasa di Batas Senja

Sampai pada batas kepercayaan yang teryakini
Kita telah saling menitipkan rasa sayang
Gurat pipimu warna ludahku pernah mampir
Berbagi jemari sepanjang hari yang kita pahami

Tapi persekutuan dari altar mana yang mempertemukan kita
Aku tak pasti tahu, hanya rasa begitu sama di dalam dada
Sebagai pelaut aku terbiasa di hempas badai kadang karam
Di matamulah gemulai bunga sudi menemani, begitu suci

Lautan seperti katamu adalah jembatan menuai rindu
Lalu kita saling melukis tanda rasa di batas senja
Warna jingga itu kisah kita yang menyala meski terbaca jelaga
Menyayangmu adalah harapan menyembuhkan luka-luka

Banda Aceh, 14 November 2008

2 komentar:

Mimin mengatakan...

Gambarnya kok ga nyambung Bung.

Lelaki yang Berjalan di Atas Laut mengatakan...

udah di ganti tuh mimin gambarnya