
Hancurkan aku semampu kau mau sekuat kau bisa
Tajam jemarimu seliar ular menikam bisa
Aku terluka menahan derita masih saja dirimu tega
Lidah yang berapi jangan membakar tubuh sendiri
Berkacalah pada cermin kepada air padamkan api
Hidup tak mati di sini ada masa dimuka nanti
Jika binasa hari di sini bagaimana melangkah nanti
Kesumat di hati jangan sampai menjelma belati
Aroma melati hanya menghantar tubuh yang mati
Jikapun dengki jangan engkau menabur duri
Kepada langit mari coba tenangkan diri
Sungguh aku tak mungkin berlari, tak jua ingkari
Hanya rezeki tak mau menghampiri
Sudilah engkau menahan diri bersabar hati
Banda Aceh, 29 Januari 2009