
Sebaris doa
Linang air mata
Aku menghampa
Memujamu sepenuh nyawa
Ternate, 26 Juni 2009
Pantailah tempat pasir mengubur kenangan tanda kembali, janji. Dermaga yang hilang, laut yang cekat, kemana nasib menderas. Kitalah perantau, selalu bimbang pada harapan dan jalan pulang. Menghitung-hitung musim sesaji sambil mengutuki sang matahari. Ke dasar payau ke ujung bakau, nasib baik tak sudi memanggil. Jejak sunyi seorang lelaki yang berjalan di atas laut, menuju maut.
|
3 komentar:
apa artinya ya??
sssiippp pokoke
so nice...gan
Posting Komentar